Nama Kelompok:
- Detina Wulandari (22213246)
- Dewi Yuliaty (22213306)
- Wien Purwati(2A213518)
Mata Kuliah : Akuntansi Internasional #
Kelas : 4EB10
Video Presentasi tentang Pelaporan dan Pengungkapan https://youtu.be/20GNkem5YKY
Minggu, 16 April 2017
Jumat, 24 Maret 2017
Softskill Akuntansi Internasional
Nama : Detina Wulandari (22213246)
Dewi Yuliaty (22213306)
Wien Purwati(2A213518)
Mata Kuliah : Akuntansi Internasional #
TUGAS 4
1.
Persamaan dan perbedaan sistem akuntansi dari negara Amerika Serikat,
Meksiko, Jepang, Cina, India
a. Amerika Serikat
Akuntansi di Amerika Serikat diatur oleh
Badan Sektor Swasta (Badab Standar Akuntansi Keuangan/FASB), hingga tahun 2002
Institut Amerika untuk Akuntan Publik Bersertifikat.
Prinsip-prinsip akuntansi yang diterima
secara umum (GAAP) terdiri dari seluruh standar, aturan, dan regulasi keuangan
yang harus diperhatikan ketika menyusun laporan keuangan, laporan keuangan
seharusnya menyajikan secara wajar posisi keuangan suatu perusahaan dan hasil
operasinya sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang diterima secar umum.
b. Meksiko
Meksiko merupakan negara dengan penduduk
terbanyak di dunia dan negara dengan penduduk terbanyak kedua di Amerika Latin.
Meksiko memiliki perekonomian pasar bebas. Perusahaan yang dimiliki atau yang
dikendalikan pemerintah mendominasi perminyakan dan sarana umum. Melalui
Perjanjian Perdagangan Bebas di Amerika Utara menjadikan meksiko sebagai negara
dengan perekonomian kesembilan terbesar di dunia.
Pengaruh AS atas perekonomian Meksiko
meluas ke bidang akuntansi. Banyak pemimpin – pemimpin profesi Meksiko
terdahulu tumbuh pada “akuntansi amerika” yang digunakan secara luas dalam
pendidikan akuntansibdan sebagai tuntunan terhadap masalah – masalah akuntansi.
NAFTA mempercepat suatu tren yang mengarah kepada kerja sama yang lebih dekat
dengan organisasi akuntansi professional di Meksiko.
c.
Jepang
Akuntansi dan Pelaporan keuangan di
Jepang mencerminkan gabungan berbagai pengaruh domestik dan internasional,
untuk memahami akuntansi Jepang, seseorang harus memahami budaya, praktik usaha
dan sejarah Jepang. Perusahaan – perusahaan Jepang saling memiliki akuitas
saham satu sama lain, dan sering kali bersama-sama memiliki perusahaan lain.
Investasi yang saling bertautan ini menghasilkan konglomerasi industri yang
meraksasa – yang disebut sebagai keiretsu
Modal usaha keiretsu, ini sedang dalam
perubahan seiring dengan reformasi struktural yang dilakukan Jepang untuk
mengatasi stagnasi ekonomi yang berawal pada tahun 1990-an. Krisis keuangan
yang mengikuti pecahnya ekonomi gelembung Jepang juga mendorong dilakukannya
evaluasi menyeluruh atas standar pelaporan keuangan Jepang.
d. Cina
Akuntansi di Cina memiliki sejarah
panjang. Berfungsinya akuntansi dalam hal pertanggungjawaban dimulai pada masa
Dinasti Hsiu dan sejumlah dokumen menunjukkan bahwa akuntansi digunakan untuk
mengukur kekayaan dan membandingkan pencapaian dikalangan bangsawan.
Karakteristik utama akuntansi di Cina
saat ini berasal dari pendirian Republik Rakyat Cina yang menerapkan suatu
perekonomian terencana yang sangat terpusat, yang mencerminkan prinsip –
prinsip Marxisme dan pola – pola yang dianut Uni Soviet.
e. India
Pada tahun 1950-an, >50% masyarakat
India berada dalam kemiskinan. Beberapa tahun terakhir, India menunjukkan
kemajuan ekonomi signifikan. Hukum murni India berasal dari Inggris sehingga
standar akuntansi India berfokus kepada kebutuhan informasi untuk investor.
Pada tahun 1949, didirikan Institute of Chartered Accountants (ICAI)
sebagai organisasi nasional untuk akuntan di India san Accounting Standard
Boards (ASB) sebagai lembaga yang memformulasikan standar akuntansi. Untuk
membantu ICAI menjalankan tugasnya membuat dan memodifikasi standar akuntansi
di India. ICAI anggota International Federation of Accountants (IFAC)
menggunakan dan mempromosikan IFRS untuk mencapai keselarasan standar
internasional.
Softskill Akuntansi Internasional
Nama : Detina Wulandari (22213246)
Dewi Yuliaty (22213306)
Wien Purwati(2A213518)
Mata Kuliah : Akuntansi Internasional #
TUGAS 3
1. Jelaskan
laporan keuangan dari negara Uni Eropa, Prancis, Jerman, Republic Ceko, Belanda
dan Inggris!
UNI
EROPA
Laporan Keuangan :
Laporan keuangan IFRS terdiri atas
neraca gabungan, laporan laba rugi, laporan kas, laporan perubahan ekuitas
(atau laporan laba rugi dan pengeluaran yang diakui), dan catatan penjelasan.
Ungkapan catatan harus mencakup:
1. Kebijakan akuntansi yang diikuti
2. Penilaian yang dibuat oleh manajemen
dalam menerapkan kebijakan akuntansi yang penting
3. Asumsi utama mengenai masa depan dan
sumber-sumber penting tentang ketidakpastian estimasi
Kamis, 23 Maret 2017
Softskill Akuntansi Internasional
Nama : Detina Wulandari (22213246)
Dewi Yuliaty (22213306)
Wien Purwati(2A213518)
Mata Kuliah : Akuntansi Internasional #
TUGAS 2
- Sebutkan 8 faktor yang memiliki pengaruh signifikan dalam perkembangan dunia akuntansi !
Jawab
:
1. Sumber pendanaan.
2. Sumber hokum
3. Perpajakan
4. Ikatan politik dan ekonomi
5. Inflasi
6. Tingkat perkembangan ekonomi
7. Tingkat pendidikan standar
8. Budaya.
Softskill Akuntansi Internasional
Nama : Detina Wulandari (22213246)
Dewi Yuliaty (22213306)
Wien Purwati(2A213518)
Mata Kuliah : Akuntansi Internasional #
TUGAS 1
- Definisi pasar modal dan pelaku dari pasar modal?
Jawab
:
Pasar
Modal menurut Darmadji dan Fakhruddin (2011:1) “Pasar modal merupakan
pasar untuk berbagai instrument keuangan jangka panjang yang bisa
diperjualbelikan, baik dalam bentuk utang ataupun modal sendiri”.
Menurut
Widoatmodjo (2012:15). “Pasar modal dapat dikatakan pasar abstrak, dimana
yang diperjualbelikan adalah dana-dana jangka panjang, yaitu dana yang
keterikatannya dalam investasi lebih dari satu tahun”.
Sedangkan
menurut jurnal ilmiah karya Telaumbanua dan Sumiyana (2008): Pasar yang
efisien merupakan suatu pasar bursa dimana efek yang diperdagangkan
merefleksikan semua informasi yang terjadi dengan cepat dan akurat.
Senin, 07 November 2016
Etika Dalam Kantor Akuntan Publik
Nama : Dewi Yuliaty
NPM : 22213306
Kelas : 4EB10
Tugas
Softskill Etika Profesi Akuntansi
Materi
ke-7
Etika
Bisnis Dalam Akuntan Publik
Etika profesional
dikeluarkan oleh organisasi bertujuan untuk mengatur perilaku para angota dalam
menjalankan praktek profesinya. Etika profesi bagi praktek akuntan di Indonesia
disebut dengan istilah kode etik dan dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia
( IAI ) ditambah dengan NPA dan SPAP. Kantor akuntan publik merupakan tempat
penyediaan jasa yang dilakukan oleh profesi akuntan publik sesuai dengan
Standar Peraturan Akuntan Publik ( SPAP ). Akuntan publik berjalan sesuai
dengan SPAP karena akuntan publik menjalankan jasa auditing, atestasi,
akuntansi dan review serta jasa akuntansi.
Suatu organisasi profesi
memerlukan etika profesional karena organisasi profesi ini menyediakan jasa
kepada masyarakat untuk meneliti lebih lanjut mengenai suatu hal yang
memerlukan penelitian lebih lanjut dimana akan menghasilkan informasi yang
lebih akurat dari hasil penelitian. Jasa seperti ini memerlukan kepercayaan
lebih serius dari mata masyarakat umum terhadap mutu yang akan diberikan oleh
jasa akuntan. Agar kepercayaan masyarakat terhadap mutu jasa akuntan publik
semakin tinggi, maka organisasi profesional ini memerlukan standar tertentu
sebagai pedoman dalam menjalankan kegiatannya.
Prinsip etika akuntan
atau kode etik akuntan itu sendiri meliputi delapan butir pernyataan (IAI,
1998, dalam Ludigdo, 2007). Kedelapan butir pernyataan tersebut merupakan
hal-hal yang seharusnya dimiliki oleh seorang akuntan. Delapan butir tersebut
terdeskripsikan sebagai berikut:
1. Tanggung
Jawab Profesi
Dalam melaksanakan tanggung jawabnya
sebagai profesional, setiap anggota harus senantiasa menggunakan pertimbangan
moral dan profesional dalam semuakegiatan yang dilakukannya.
2. Kepentingan
Publik
Setiap anggota berkewajiban untuk
senantiasa bertindak dalam kerangka pelayanan kepada publik, menghormati
kepercayaan publik, dan menunjukan komitmen atas profesionalisme.
3. Integritas
Untuk memelihara dan meningkatkan
kepercayaan publik, setiap anggota harus memenuhi tanggung jawab profesionalnya
dengan integritas setinggi mungkin.
4. Objektivitas
Setiap anggota harus menjaga
obyektivitasnya dan bebas dari benturan kepentingan dalam pemenuhan kewajiban
profesionalnya.
5. Kompetensi
dan Kehati-hatian Profesional
Setiap anggota harus melaksanakan
jasa profesionalnya dengan berhati-hati, kompetensi dan ketekunan, serta
mempunyai kewajiban untuk mempertahankan pengetahuan dan ketrampilan
profesional pada tingkat yang diperlukan untuk memastikan bahwa klien atau
pemberi kerja memperoleh manfaat dari jasa profesional dan teknik yang paling
mutakhir.
6. Kerahasiaan
Setiap anggota harus menghormati
kerahasiaan informasi yang diperoleh selama melakukan jasa profesional dan
tidak boleh memakai atau mengungkapkan informasi tersebut tanpa persetujuan,
kecuali bila ada hak atau kewajiban profesional atau hukum untuk
mengungkapkannya.
7. Perilaku
Profesional
Setiap anggota harus berperilaku yang
konsisten dengan reputasi profesi yang baik dan menjauhi tindakan yang dapat
mendiskreditkan profesi.
8. Standar
Teknis
Setiap anggota harus melaksanakan
jasa profesionalnya sesuai dengan standar teknis dan standar profesional yang
relevan. Sesuai dengan keahliannya dan dengan berhati-hati, anggota mempunyai
kewajiban untuk melaksanakan penugasan dari penerima jasa selama penugasan
tersebut sejalan dengan prinsip integritas dan obyektivitas.
Minggu, 06 November 2016
PEMERIKSAAN AKUNTANSI LANJUT**
Nama : Dewi Yuliaty
NPM : 22213306
Kelas : 4EB10
Tugas hal 256-259 (Genap)
SOAL KAJIAN ULANG
2. Apa
peran dari akuntan dalam SDLC? Mengapa akuntan dapat diminta untuk memberikan
input dalam pengembangan sistem informasi nonakuntansi?
· Peran akuntan dalam SDLC adalah sebagai
pembuat sistem informasi yang berkaitan dengan keuangan.
· Karena latar belakang, pengalaman, dan
pelatihannya, akuntan dan auditor adalah ahli dalam transaksi keuangan sehingga
dapat memberikan input yang sangat penting pada system berkaitan dengan
pengendalian, integritas, ketepatan waktu, dan sejumlah aspek penting lainnya
dalam transaksi keuangan.
4. Mengapa
sering kali sulit untuk mendapatkan keterlibatan pengguna yang kompeten dan berarti
dalam SDLC?
Tidak semua pengguna mengerti SDLC
6. Mengapa
perencanaan sistem strategis tidak secara teknis dianggap menjadi bagian dari
SDLC?
Rencana sistem strategis berkaitan
dengan alokasi berbagai sumber daya sistem seperti karyawan (jumlah professional
sistem yang harus dikintrak), peranti keras (jumlah terminal kerja,
minicomputer, dan mainframe yang harus dibeli), peranti lunak (dana yang
dialokasikan untuk proyek sistem baru dan untuk pemeliharaan sistem), serta
telekomunikasi (dana yang dialokasikan untuk jaringan dan EDI).
Langganan:
Postingan (Atom)